ARTIKEL SEPUTAR FINANSIAL

GRATIS UNTUK ANDA

SOLUSI MENGHADAPI TENAGA KERJA JAMAN NOW

Meyeruput teh aroma buah segar di sudut café di Grand Indonesia membuat penulis semakin asyik berbincang dengan teman yang juga seorang konsultan tenaga kerja.
Topiknya tidak jauh yaitu mengenai anak muda jaman now. Teman saya bercerita bahwa perusahaan-perusahaan mapan mengaku kesulitan mendapat talenta-talenta yang hebat untuk perusahaannya. Nama besar tidak menjamin anak muda untuk melamar ke perusahaan mapan. Mereka lebih memilih bekerja di usaha rintisan yang lagi marak saat ini.

Tenaga kerja jaman now merasa bekerja di usaha rintisan membuat mereka lebih bebas mengembangkan diri dan berekspresi. Dengan hanya menggunakan baju kasual dan diskusi di ruang meeting dengan duduk di bean bag merupakan bentuk kebebasan ekspresi. Modalnya tetap laptop dan jaringan internet yang kuat.

Umur yang relative sama dan struktur organisasi dengan hierarki yang tidak ribet, membuat hasil pekerjaan menjadi lebih cepat.

Apakah ini memang suatu perubahan jaman? Bagaimana perusahaan-perusahaan besar dapat menyikapinya.
Perlu usaha konsisten dari perusahaan besar untuk menginformasikan kepada tenaga kerja muda, bahwa perusahaan mereka berorientasi untuk pengembangan anak muda. Mulai dari proses rekrutmen yang simple tetapi tetap bisa menyeleksi talenta, proses kerja dengan menggunakan teknologi, kesempatan berdiskusi langsung dengan pimpinan, diharapkan sebagai komitmen perusahaan dalam pengembangan ank muda.

Jajaran pimpinan juga perlu membuka diri pada tekhnologi dan mengerti bahwa hierarki yang panjang, keputusan yang rumit dan lama, tidak menarik bagi anak muda
Fasilitas perusahaan yang mendukung kebebasan ekspresi, seperti design kantor yang terbuka dan menarik, ruang meeting dengan teknologi dan tidak formal, bahkan sampai dengan fasilitas permainan atau olahraga yang dapat digunakan pada saat istirahat.

Perubahan ini memang cukup besar tapi sangat dibutuhkan perusahaan untuk mengimbangi kebutuhan tenaga kerja jaman now. Implementasi secara bertahap bisa dilakukan, mulai dengan perubahan pada satu department dahulu. Jika berhasil bisa diimplementasikan pada department lainnya.

Kami menyeruput tetesan terakhir kami setelah menghabiskan camilan. Penulis jadi teringat pada anak2 tercinta yang beranjak dewasa. Pesan solusi juara, berubah sekarang atau tertinggal di belakang.

2018-03-12T07:46:47+00:00